Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2013

Adab Buang Air Besar dan Kecil Menurut Agama Islam



Dalam Islam kita sebagai muslim diajarkan kebersihan.Misalnya Buang air besar maupun kecil mengeluarkan kotoran, kotoran ini disebut najis. Mengeluarkan kotoran sembarangan akan mengganggu orang lain karena menyebabkan kotor dan bau. Oleh karena itu, Islam mengajarkan tentang Adab buang air besar dan kecil. Adabnya sebagai berikut :


  1. Masuk WC mendahulukan kaki kiri, sedangkan keluar WC mendahulukan kaki kanan.
  2. Membaca doa ketika mau masuk WC, Doanya sebagai berikut :"Allahumma inni audzubika minal khubusi wal khabais"
  3. Dilakukan di tempat yang tertutup.
  4. Tidak menghadap kiblat
  5. Tidak di bawah pohon yang berbuah
  6. Tidak di air yang tergenang, kecuali air itu banyak seperti sungai dan danau.
  7. Tidak dengan berdiri, (untuk laki - laki saya kurang tahu)
  8. Tidak memegang kemaluan dengan tangan kanan
  9. Tidak di lubang - lubang tanah.
  10. Beristinja
Istinja adalah bersuci. Bersuci setelah buang air.Istinja hukumnya wajib.

Minggu, 31 Maret 2013

Kiat-Kiat Orang Jepang Untuk Menjadi Sukses

Ternyata orang Jepang menjadi sukses karna beberapa hal.Rahasia Sukses Orang Jepang (Sudah Ada Dalam Ajaran Islam Tetapi Ditinggalkan)



Telah kita ketahui dan saksikan Negara Jepang adalah negara maju yang sangat hebat dan berjaya. Namun gempa dan tsunami yang melanda negeri matahari itu menghancurkan sebagian besar wilayah jepang yang berdampak pada perekonomiannya. Akan tetapi sepertinya tidak perlu lama bagi jepang agar bisa kembali menguasai perekonomian dunia, karena Jepang dikenal memiliki rakyat yang sangat luar biasa ulet. Banyak orang-orang sukses berasal dari Jepang.

Akan tetapi ternyata penyebab majunya mereka sudah diajarkan dalam agam Islam jauh sebelum negara Jepang ada. Kita bisa berkaca kepada sejarah, di mana belum ada dalam sejarah dunia, yang bisa menguasai sepertiga dunia hanya dalam waktu 30 tahun. Itulah masa para Khalifah Rasyidin. Kaum muslimin sendiri yang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga inilah yang diberitakan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ

“Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah, memegangi ekor-ekor sapi [sibuk berternak, pent], dan menyenangi pertanian dan meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menimpakan pada kalian kehinaan, tidak akan mencabutnya dari kalian sampai kalian kembali kepada agama kalian”.[1]

Berikut kita bahas, bahwa apa yang menjadi penyebab majunya mereka ternyata ada dalam ajaran Islam sejak dahulu.[2]



1.Malu

#“Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dalam pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pemimpin yang terlibat korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.”#

Malu yang terpuji jelas adalah ajaran Islam. Bahkan jelas dan tegas dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ دِيْنٍ خُلُقًا وَخَلُقُ اْلإِسْلاَمِ الْـحَيَاءُ.

“Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu.”[3]

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اَلْـحَيَاءُ لاَ يَأْتِيْ إِلاَّ بِخَيْـرٍ.

“Malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan semata-mata.”[4]

Dalam riwayat Muslim disebutkan,

اَلْـحَيَاءُ خَيْرٌ كُلُّهُ.

“Malu itu kebaikan seluruhnya.”[5]]

Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling pemalu. Abu Sa’id Al-Khudri Radhiallahu anhu berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشَدَّ حَيَاءً مِنَ الْعَذْرَاءِ فِـيْ خِدْرِهَا.

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih pemalu daripada gadis yang dipingit di kamarnya.”[6]



2.Mandiri

#“Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Bahkan seorang anak TK sudah harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Biasanya mereka mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang nantinya akan mereka kembalikan di bulan berikutnya.”#

Anjuran untuk berusaha sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain adalah ajaran agama Islam.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لأَنْ يَأْخُذَ اََحَدُكُمْ اَحْبُلَهُ ثُمَّ يَاْتِى الْجَبَلَ فَيَاْتِىَ بِحُزْمَةٍ مِنْ حَطَبٍ عَلَى ظَهْرِخِ فَيَبِيْعَهَا فَيَكُفَّ اللهُ بِهَا وَجْهَهُ خَيْرٌلَهُ مِنْ اَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ اَعْطَوْهُ اَوْ مَنَعُوْهُ.

“Sesungguhnya, seorang di antara kalian membawa tali-talinya dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar yang diletakkan di punggungnya untuk dijual sehingga ia bisa menutup kebutuhannya, adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik mereka memberi atau tidak”.[7]

Demikian juga nabi Dawud, seorang Raja besar, tetapi ia tetap makan dari hasil kerjanya yaitu mengolah besi.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا اَكَلَ اَحَدٌطَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ اَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِْهِ, وَاِنَّ نَبِيَّّ اللهِ دَاوُدُ عَلَيْهِ السَّلامُ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِْهِ.

“Tidaklah seseorang makan makanan yang lebih baik daripada hasil usahanya sendiri, sedang Nabi Daud Alaihissalam juga makan dari hasil usahanya sendiri”.[8]



3. Pantang menyerah

#“Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambah dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo, ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen).

Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).”#

Semangat dan pantang menyerah!! Ini adalah ajaran Islam.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

احرص على ما ينفعك، واستعن بالله ولا تعجزن، وإن أصابك شيء فلا تقل لو أني فعلت لكان كذا وكذا؛ ولكن قل: قدر الله وما شاء فعل، فإن لو تفتح عمل الشيطان

“Bersemangatlah kamu terhadap apa-apa yang bermanfaat bagi kamu, dan mohonlah pertolongan pada Allah dan jangan merasa lemah (pantang menyerah). Dan jika meminpamu sesuatu maka jangan katakan andaikata dulu saya melakukan begini pasti akan begini dan begini, tetapi katakanlah semua adalah takdir dari Allah dan apa yang dikehendakiNya pasti terjadi.”[9]

Ada tawakkal dalam ajaran Islam, lihat bagaimana motivasi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar kita mencontoh burung dalam berusaha, burung tidak tahu pasti di mana ia akan mendapat makanan, akan tetapi yang terpenting bagi burung adalah ia berusaha keluar dan terbang mencari.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً

”Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.”[10]

“selalu ada Jalan”. ya, ini juga adalah ajaran Islam. Jika kita berusaha dan tawakkal, maka kita akan medapat jalan keluar dari arah yang tidak kita sangka-sangka.

Allah Ta’ala berfirman,

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (At-Thalaq: 3)



4.Loyalitas

#”Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan.”#

Dalam ajaran Islam seorang muslim diajarkan agar mematuhi persyaratan yang telah mereka sepakati. Jika dalam suatu perusahan mereka bekerja, maka mereka harus mematuhi persyaratan perusahaan yaitu harus mencurahkan yang terbaik serta loyal dengan perusahaan teresebut selama tidak melanggar batas syariat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

المُسْلِمُوْنَ عَلَى شُرُوطِهِمْ

“Umat Islam berkewajiban untuk senantiasa memenuhi persyaratan mereka.“[11]



5.Inovasi

#”Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat.’#

Islam juga mengajarkan agar kita mengembangkan Ilmu dan belajar (bukan iovasi dalam urusan agama = bid’ah). Bahkan kedudukan orang yang berilmu tinggi baik. Baik Ilmu dunia maupun akhirat.

Allah Ta’ala berfirman,

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Al-Mujadilah: 11)



6. Kerja keras

#“Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun).Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.”#

Kerja keras juga Ajaran Islam. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam mengajarkan kita berlindung kepada Allah dari sifat malas,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).”[12]

Bahkan kita harus bersegera dalam kebaikan untuk diri kita.

Allah Ta’ala berfirman,

فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ

“Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan”. (Al-Baqarah: 148)



وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ



“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (Al-Imran:133)





7.Jaga tradisi, menghormati orang tua dan Ibu Rumah Tangga

#“Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari Anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki, maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.”#

Tentu saja tradisi yang baik yang dilestarikan. Tradisi yang sesuai dengan nilai luhur dan ajaran Islam. Ajaran Islam juga melertarikan tradisi yang baik. Sebagaimana tradisi orang Arab Jahiliyah yang memuliakan tamu, menepati janji dan sumpah walaupun sumpah itu berat sekali. Bahkan adat/tradisi bisa dijadikan patokan hukum dalam ajaran Islam. Sebagaimana kaidah fiqhiyah.

العادة مجكمة

“Adat/tradisi dapat dijadikan patokan hukum”

Syaikh Doktor Muhammad Al-Burnu Hafizahullah menjelaskan makna kaidah ini, “Bahwasanya adat manusia jika tidak menyelisihi syari’at adalah hujjah dan dalil, wajib beramal dengan konsekuensinya karena adat dapat dijadikan hukum”.[13]

Mengenai perempuan yang sudah menikah dan tidak bekerja (IRT), ini juga ajaran utama agama Islam (Ibu rumah tangga bukan pekerjaan yang sepele dan hina, akan tetapi adalah sebuah kehormatan dan butuh pengorbanan yang akan melahirkan dan mendidik generasi terbaik).

لا تمنعوا نساءكم المساجد وبيوتهن خير لهن

“Janganlah kalian melarang istri-istri kalian pergi ke masjid-masjid, dan rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka”[14]

Mengenai menghormati orang tua. Jelas ini ajaran Islam. Bahkan digandengkan dengan ridha Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” (Al-Israa’ : 23-24)



8.Budaya baca

#“Jangan kaget kalau Anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran.Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca”#

Ayat yang pertama kali turun adalah perintah membaca. Ini adalah ajaran Islam.

Alla Ta’ala berfirman,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan” (Al-Alaq: 1)

Begitupula jika kita membaca teladan para ulama, misalnya syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah yang membaca setiap hari 12 jam. Begitu juga ulama yang lain, ada yang membaca sambil berjalan, hingga ia terperosok dalam lubang. Ada yang membaca sampai ia tertidur dengan buku di atas wajahnya.



9 Hidup hemat

#“Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, mungkin kita sedikit heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30, dan ternyata sebelum tutup itu pihak supermarket memotong harga hingga setengahnya.”#

jelas ini ajaran islam, hemat dan berusaha qona’ah. Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (hartanya), mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (Al-Furqan: 67)



10.Kerjasama kelompok

#”Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut.

Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, namun 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”.”#

Anjuran untuk bekerja sama adalah ajaran Islam. Saling membantu dalam kebaikan dan pahala.

Allah Ta’ala berfirman,

{وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ} [المائدة: 2]

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Qs. Al Maidah: 2.)

Syaikh Abdurrahman Bin Nashir As-Sa’diy rahimahullah menafsirkan,

{وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى} أي: ليعن بعضكم بعضا على البر. وهو: اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه، من الأعمال الظاهرة والباطنة، من حقوق الله وحقوق الآدميين.

“Hendaknya sebagian kalian menolong sebagian yang lain dalam al birr, dan ia adalah sebuah kata yang mencakup setiap apa yang dicintai oleh Allah dan diridha-Nya berupa amalan-amalan yang lahir dan batin dari hak-hak Allah dan manusia.“[15]

Dan Allah memerintah kita agar bersatu dan bekerja sama,

Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ

“Dan berpeganglah kalian dengan tali Allah seluruhnya, dan jangan bercerai-berai” (Ali ’Imran : 103)

Kamis, 28 Maret 2013

Cara dan Tips Agar Laptop Bisa Bermain Game Berat

Laptop Memang Cepat Crash saat di bawa dalam bermain game.Kamu mungkin salah satu maniak game, tapi kalau spesifikasi laptop kamu dibawah standar game, maka gambar yang dihasilkan pun patah-patah dan tidak bagus. Berikut ini ada beberapa cara untuk membuat laptop biasa kamu menjadi lebih powerful lagi untuk gaming.

Untuk masalah grafis, mungkin aplikasi ini cocok untuk gaming sebagai pengganti VGA dilaptop kamu. Aplikasi ini adalah 3D Analyzer. Kamu dapat mengatur tampilan grafis dari aplikasi ini dan sekaligus dapat menjalankan game berat di laptop kamu.
 

Jikalau kamu menggunakan driver intel, maka driver hasil modifikasi ini dapat kamu coba di laptop kamu. Driver ini akan langsung mengatur tampilan di laptop kamu agar bisa lebih baik dalam memainkan game.
 
 

Untuk performa akselerasi, kamu dapat menggunakan aplikasi Game Booster. Aplikasi ini akan memacu proses game kamu menjadi lebih baik lagi daripada tidak memakai aplikasi ini. Nah, silahkan kamu download aplikasinya dibawah ini.
 

Selain dari itu, untuk meningkatkan performa laptop dalam bermain game, kamu dapat juga mengaktifkan fitur READY BOOST pada OS kamu, khususnya para pengguna Windows 7. Dengan fitur itu, maka performa cache di laptop kamu akan dipindahkan sementara di bagian USB Flash Disk kamu.
Jikalau kamu mempunyai budget, kamu dapat langsung membeli VGA card external dan langsung kamu hubungkan ke laptop kamu. Dan akan terasa sekali perbedaan ketika menjalankan game dengan VGA tersebut.

Cara Buat Lagu dan Edit Lagu Sendiri

Anda ingin menciptakan lagu sendiri. atau ingin mengedit lagu. untuk anda yang sedang mencari softwarenya, sound editor ini dapat mengatasi masalah anda. dengan software yang satu ini, anda bisa membuat lagu, suara dalam bentuk rekaman dan juga bisa anda edit menjadi lebih baik. penggunaan software ini cukup simple. saat anda sedang mengedit, bisa anda lakukan pemotongan, atau menggandakan, kemudian menambahkan effect echo agar kedengarannya lebih  bagus. format yang dihasilkan oleh software ini filenya berformat MP3. jadi bisa diputar di media apa saja.


Bagaimana? anda tertarik untuk mencobanya. anda bisa download softwarenya secara free di bawah dengan klik link di bawah ini

Download : Sound Editor Pro

Senin, 25 Maret 2013

Download Video Converter Factory Untuk BlackBerry

Video Converter Factory adalah sebuah software gratis atau freeware yang digunakan untuk melakukan konversi file video kesayangan Anda ke dalam tipe format file yang Anda inginkan.







Tool ini sangat cocok untuk Anda yang memiliki handset Blackberry sehingga dapat dengan mudah saat melakukan edit nya. Software Aplikasi gratis Blackberry ini dapat mengkonversi video dengan format tipe file MPG, NSV, MPEG, H.264, DV, FLV, MKV, WMV,VOB, MOV, ASF, AVI, DAT, 3G2 dan 3GP.

Dengan penggunaan yang mudah aplikasi Blackberry ini juga mendukung berbagai seri handset seperti Blackberry Storm, Tour, Curve, Bold, serta Pearl. Bagi teman-teman yang ingin mendownloadnya silahkan klik download di bawah ini dan klik SKIP AD ketika muncul bar adf.ly. Jangan lupa komentarnya yah sobat, terimakasih.

Download : Video Converter Factory For Blackberry

Senin, 11 Maret 2013

Sajak Pujian Dinasti Ming kepada Nabi Muhammad

 
 
SAJAK  PUJIAN (Terhadap Islam, Muhammad, Allah):

  1. - sejak terciptanya galaksi ini
  2. - tuhan telah mengangkat seseorang
  3. - satu manusia akhlak beriman
  4. - dari barat telah dilahirkan
  5. - baginda menerima wahyu agung
  6. - buku yang mengandungi 30
  7. - untuk membimbing semua makhluk
  8. - tuan kepada semua raja
  9. - pemimpin 1 yang tersuci
  10. - dengan bimbingan dari atas
  11. - untuk melindungi negaranya
  12. - bersama dengan solat 5 waktu
  13. - dalam diam mengaharap rahmat
  14. - hatinya lurus kerana Allah
  15. - mengangkat darjat si miskin
  16. - menyelamatkan mereka dari sengsara
  17. - melihat melalui warna kegelapan
  18. - melalui hadir jiwa & ruh
  19. - terasing dari salah & silap
  20. - rahmat kepada sekalian alam
  21. - menyelusuri rahasia yang silam
  22. - memadam segala kejahatan
  23. - agamanya bersih dan benar
  24. - Muhammad, yang dihormati lagi terhebat.

Penemuan Tablet Ebla Setelah Ribuan Tahun

Penemuan tablet Ebla selepas ribuan tahun dan maklumat yang terkandung di dalamnya amat penting dalam menerangkan lokasi geografi umat-umat yang diceritakan di dalam Al-Quran.

Berasal dari zaman sekitar 2500 SM, batu bersurat Ebla merekodkan maklumat penting tentang sejarah agama-agama. Ciri terpenting tablet Ebla, yang ditemui ahli arkeologi pada tahun 1975 dan sejak itu telah menjadi subjek kepada banyak kajian dan perdebatan, adalah tertulisnya nama tiga orang nabi yang dirujuk di dalam kitab-kitab suci.

Sekitar 2500 SM, Ebla merupakan satu kerajaan yang meliputi satu kawasan termasuklah ibu kota Syria, Damaskus dan tenggara Turki. Kerajaan ini mencapai kemuncak budaya dan ekonominya, namun sepertimana yang berlaku kepada banyak tamadun lain, ia lenyap dari pentas sejarah. Rekod-rekod yang tersimpan jelas menyatakan bahawa Kerajaan Ebla merupakan pusat kebudayaan dan komersil utama pada masa tersebut.1 Masyarakat Ebla memiliki tamadun yang membawa kepada pembangunan arkib-arkib negara, membina perpustakaan dan merekod kontrak-kontrak komersil dalam bentuk bertulis. Mereka bahkan mempunyai sistem bahasa sendiri, yang dikenali sebagai Eblaite.

Sejarah agama-agama yang terkubur:
Kepentingan Kerajaan Ebla, yang dianggap sebagai satu kejayaan besar arkeologi klasik apabila mula ditemui pada tahun 1975, muncul dengan penemuan sejumlah 20,000 tablet dan pecahan tulisan cuneiform. Rekod sejarah ini adalah empat kali lebih banyak berbanding dengan semua teks cuneiform yang diketahui oleh ahli arkeologi selama 3,000 tahun terakhir.

Apabila bahasa yang digunakan dalam tablet tersebut berjaya ditafsir oleh Giovanni Pettinato, seorang penterjemah batu bersurat berbangsa Itali dari Universiti Rom, skala kepentingannya dapat difahami dengan lebih baik. Penemuan Kerajaan Ebla dan arkib negara yang menakjubkan ini bukan sahaja menarik perhatian cabang arkeologi, tetapi juga golongan agamawan. Ini kerana sebagaimana nama Mikail (Mi-ka-il) dan Thalut (Sa-u-lum), yang berjuang bersama Nabi Daud, ia juga mengandungi nama-nama nabi yang disebut dalam tiga kitab suci: Nabi Ibrahim (Ab-ra-mu), Nabi Daud (Da-u-dum) dan Nabi Ismail (Ish-ma-il).2

Kepentingan nama-nama yang tercatat dalam prasasti Ebla:
Nama para nabi yang dikenal pasti dalam tablet tersebut memiliki kepentingan kerana ini adalah kali pertama mereka dijumpai dalam dokumen bersejarah yang setua itu. Maklumat yang berusia 1500 tahun lebih tua daripada Taurat ini amat mengejutkan. Kemunculan nama Nabi Ibrahim dalam batu bersurat tersebut mencatatkan bahawa Nabi Ibrahim dan agama yang dibawakannya telah wujud sebelum Taurat. Ahli-ahli sejarah menganalisis batu bersurat Ebla melalui perspektif ini, dan penemuan besar tentang Nabi Ibrahim dan misinya menjadi subjek kajian berkaitan sejarah agama-agama. Berdasarkan penelitiannya, David Noel Freedman, seorang ahli arkeologi berbangsa Amerika dan pengkaji sejarah agama-agama, melaporkan nama-nama nabi seperti Ibrahim dan Ismail dalam tablet berkenaan.3

Nama-nama lain dalam batu bersurat Ebla:
Sebagaimana yang telah dinyatakan di atas, nama-nama yang terkandung dalam batu bersurat Ebla ialah nama para nabi yang dinyatakan dalam tiga kitab suci, dan prasasti tersebut jauh lebih tua berbanding Taurat. Sebagai tambahan kepada nama-nama tersebut, terdapat juga subjek dan nama tempat yang dapat menunjukkan bahawa penduduk Ebla merupakan pedagang yang berjaya. Nama-nama seperti Sinai, Gaza dan Jerusalem, yang terletak berhampiran Ebla, juga muncul dalam teks tersebut, sekaligus menunjukkan bahawa masyarakat Ebla mempunyai hubungan komersil dan budaya dengan tempat-tempat tersebut.4

Satu perincian penting yang didapati di dalam tablet tersebut adalah nama-nama kawasan Sodom dan Gomorrah, di mana umat Nabi Luth menetap. Ianya diketahui bahawa Sodom dan Gomorrah merupakan satu wilayah di kawasan pantai Laut Mati di mana umat Nabi Luth tinggal dan Nabi Luth menyampaikan ajarannya serta mengajak manusia hidup berlandaskan nilai-nilai moral agama. Sebagai tambahan kepada dua nama ini, nama kota Iram yang wujud dalam ayat-ayat Al-Quran juga antara yang tercatat dalam tablet Ebla.

Aspek terpenting kesemua nama ini ialah ianya tidak pernah ditemui dalam mana-mana teks sebelum ini selain dalam naskah yang disampaikan oleh para nabi. Ini merupakan bukti dokumentari penting yang membuktikan bahawa ajaran nabi-nabi yang menyampaikan risalah satu agama yang benar pada zaman itu telah mencapai wilayah berkenaan. Dalam satu artikel dalam majalah Reader's Digest, dicatatkan bahawa telah berlaku perubahan dalam masyarakat Ebla semasa pemerintahan Raja Ebrum dan mereka mula menambah imbuhan awalan kepada nama masing-masing untuk memuliakan nama Tuhan Yang Maha Kuasa.

Janji Tuhan Itu Benar…
Sejarah dan batu bersurat Ebla yang muncul selepas 4,500 tahun sebenarnya memberi satu hakikat penting: Allah telah menghantar para utusan ke Ebla, sebagaimana yang dilakukan-Nya kepada semua bangsa, dan mereka mengajak kaum masing-masing kepada agama yang benar.

Sebahagian orang memeluk agama yang datang kepada mereka sehingga menemui jalan yang sebenar, sementara segolongan yang lain menentang ajakan para nabi dan memilih kehidupan yang tercela. Tuhan, Penguasa langit dan bumi, dan segala isi yang ada di antaranya, menyatakan hakikat ini di dalam Al-Quran:

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus dalam kalangan tiap-tiap umat seorang Rasul: Hendaklah kamu menyembah Allah dan jauhilah Taghut. Maka di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang ditimpa kesesatan. Maka mengembaralah kamu di bumi, lalu lihatlah bagaimana buruknya akibat orang yang berdusta. (Surah An-Nahl, ayat 36)

Rujukan:
1 "Ebla", Funk & Wagnalls New Encyclopaedia, © 1995 Funk & Wagnalls Corporation, Infopedia 2.0, SoftKey Multimedia Inc.
2) Howard La Fay, "Ebla: Splendour of an Unknown Empire," National Geographic Magazine, Disember 1978, hal. 736; C. Bermant dan M. Weitzman, Ebla: A Revelation in Archaeology, Times Books, 1979, Wiedenfeld dan Nicolson, Great Britain, hal. 184.
3) Majalah Bilim ve Teknik (Sains dan Teknologi), No. 118, September 1977 dan No. 131 Oktober 1978
4) Untuk maklumat lanjut, sila lihat tulisan Harun Yahya yang berjudul Miracles of the Qur'an.

Siapa Nabi Ibrahim ? Antara Semua Orang

Nabi Ibrahim, Bapak Para Nabi Dan Imam Semua Bangsa

Ada sebagian umat Hindu menanggap bahwa agama Abrahamik merupakan perkembangan dari Hindhu (Veda), dan pengikut agama Abrahamik merasa bahwa Veda adalah Kitab Suci Hindhu. Kedua-duanya salah dalam mempersepsikan Veda.

Veda sebenarnya (kemungkinan) kitab yang berasal dari nabi Ibrahim atau dengan kata lain kisah serta ajaran nabi Ibrahim tersebar dalam berbagai kitab suci antara lain ke Veda, Avesta (Zoroaster), Bible (Khususnya Kitab Kejadian) dan Al-Quran (sebagai Kitab Penutup). Ibrahim sendiri kemungkinan Zoroaster pertama dari sekitar 7 Zoroaster yang pernah ada setelahnya.

Biographia Antiqua & Anacalypsis; by Godfrey Higgins Vol. I, p. 396., menyebut beberapa orang Majuzi menyamakan Ibrahim dengan Zoroaster, dan memanggilnya “Ibrahim Zaradust (Ibrahim Zerdascht = Ibrahim teman Api)

Voltaire’s Philosophical Dictionary, menyebut Bram, Abram yang terkenal di India dan Persia sebagai Orang Khaldea atau Persia dan beberapa terpelajar sering menyamakannya dengan Zoroaster

The late Prof. Edward Browne of Cambridge University inadvertently mentions, : “I may here mention a very absurd fiction, which I have more than once heard the Zoroastrians maintain in the presence of Musulmans or Babis, namely, that Zoroaster was identical with Abraham.” – (A Year Amongst The Persians: Impressions as to the Life, Character, & Thought of the People of Persia; by Prof. Edward Granville Brown). Dikatakan bahwa Zoroasterian terpelihara dalam kehadiran Musulman. Musulman merupakan nama lain dari Muslim. Ini sebagai bukti bahwa Islam memang sudah ada sejak nabi Ibrahim. Bukti lain bahwa kata Muslim sudah dipakai sebelum lahirnya Nabi Muhammad bisa anda baca.

Banyak sarjana menegaskan bahwa Zoroaster adalah pendiri Imamat Majusi. Gagasan ini dikonfirmasikan dalam Bhavisya Purana, tulisan pro-Veda, yang berbicara dari Zoroaster sebagai salah satu ‘Jarasabda’ mengatakan:

“Karena baik Anda maupun saya telah mengabaikan perintah dari Weda, begitu juga anak kami tidak akan mengikuti hukum mereka. Ia akan dikenal sebagai Jarasabda dan Akan membawa ketenaran untuk dinastinya. Mereka akan menjalankan ibadah dan akan dikenal dengan nama magas, dan menjadi penyembah Soma, mereka akan dikenal sebagai Brahmanas. ” – (Bhavisya Purana, Brahma-parva 139,42-45)

Bhavisya Purana (bab 139-140) juga memberikan penjelasan yang luas dari latar belakang Maga Jarasabda (Zoroaster). Kata ‘Maga’ mengacu pada dinasti para imam yang mana Zoroaster adalah seorang nenek moyang. Dalam lingkungan Iran kuno, kasta imam turun-temurun disebut orang sebagai Majusi, berasal dari kata magas atau Magus. Imamat Majusi, bagaimanapun, menyatakan Abraham sebagai pendiri mereka sebagaimana tercermin dalam Antiqua Biographia yang berbunyi:

“Persia menegaskan bahwa Abraham adalah pendiri pertama dari agama mereka. Zoroaster kemudian membuat beberapa perubahan di dalamnya, tetapi dikatakan ia tidak merubah yang berkaitan dengan doktrin satu prinsip tunggal tak tercipta, tetapi hanya inovasi khusus disini yaitu memberikan nama Cahaya sebagai prinsip yang baik, dan bahwa Kegelapan merupakan prinsip jahat (setan) “-. (Biographia Antiqua). Hal ini selanjutnya dikonfirmasikan oleh sarjana Martin Haug, Ph.D., yang menulis “The Sacred Language, Writings, and Religions of the Parsis”

“Orang Majusi memanggil agamanya sebagai Kesh-î-Ibrahim. Mereka menelusuri buku-buku agama mereka kepada Abraham, yang diyakini telah membawa mereka dari surga..” – (Hal. 16.)

Nabi Ibrahim sebagai Imam segala Bangsa dengan ajaran Monoteisme dan Tauhid telah menginspirasikan ajarannya kedalam Kitab-kitab diatas. Sekedar mengingatkan lagi, mari kita baca kesamaan dari keaslian Ketuhanan (Tauhid) dari Islam dengan Zoroaster dan Hindhu, sebagai bukti bahwa Kitab-kitab diatas bersumber dari nabi Ibrahim.

Monoteisme Di Alkitab Injil

1. Tauhid Nabi Musa (Ulangan 4:35, Ulangan 6:4, Ulangan 32:39).
2. Tauhid Nabi Daud (II Samuel 7:22, Mazmur 86:8).
3. Tauhid Nabi Sulaiman (I Raja-raja 8:23).
4. Tauhid Nabi Yesaya (Yesaya 43: 10-11, Yesaya 44:6,Yesaya 45:5-6, Yesaya 46:9).
5. Tauhid Yesus (Markus 12:29, Yohanes 5:30, Yohanes 17:3).

Konsep Tuhan Dalam agama Zoroaster (Dasatir, Ahura Mazda)

-Dia itu satu
-Dia lebih dekat padamu daripada dirimu sendiri
-Dia diatas segala yang kamu bayangkan
-Dia tanpa awal dan akhir
-Dia tak punya bapak, istri dan anak
-Dia tak berujud
-Tak ada yang menyerupainya
-Tak dapat dilihat dan dipahami dengan pikiran

Dalam agama Hindu juga terdapat konsep Tuhan sebagai berikut (dalam Upanishad, Upanishad = Pengetahuan Brahma (pengetahuan Ibrahim):

“Ekam evadvitiyam” (Dia satu satunya tanpa ada duanya) [Chandogya Upanishad 6:2:1]
“Na casya kascij janita na cadhipah.” (Tak punya orang tua dan tuan) [Svetasvatara Upanishad 6:9]
“Na tasya pratima asti” (Tak ada yang menyerupainya) [Svetasvatara Upanishad 4:19]
“Na samdrse tisthati rupam asya, na caksusa pasyati kas canainam.” (Ujud Nya tak dapat dilihat, tak ada yang bisa melihatnya dengan mata)[Svetasvatara Upanishad 4:20]

Vedanta mengandung arti “Upanishad” yang sesungguhnya. “Vedanta” berarti Veda terakhir yang merupakan tujuan Veda. Upanishad sebagai Konklusi (kesimpulan) dari Veda, dan secara kronologis muncul dari masa terakhir periode Veda. Beberapa Pundit (Pendeta) menganggap Upanishad lebih superior dari Veda.

Konsep Tuhan Menurut Veda :

Veda yang berbahasa sansekerta merupakan kumpulan dari : Rig Veda, Yajur Veda, Sam Veda and Atharva Veda . Diantara Kitab ini Rig Veda merupakan yang tertua. Rig Veda dikompilasi dalam 3 masa yang lama dan berbeda. Menurut Sarjana Hindhu atau orientalist kisah dalam Veda ada tidak lebih dari 4000 tahun yang lalu. Kepada siapa, dimana dan siapa pembuat Veda tidak diketahui dengan pasti. Dalam artian kitab ini kemungkinan dikumpulkan dari kisah-kisah tua di sekitar Asia tengah atau anak benua India. Kisah-kisah tua yang tertuang dalam ayat-ayat tersebut tidak berada dalam 1 tempat dan jaman yang sama. Saat itu tak ada nama buat kisah-kisah tua dalam ayat-ayat tersebut.

“na tasya pratima asti
“Tak ada rupa buat Tuhan.”
[Yajurveda 32:3]
“shudhama poapvidham”
“Tuhan tak bertubuh dan suci.”
[Yajurveda 40:8]
“Andhatama pravishanti ye asambhuti mupaste”
“Mereka memasuki kegelapan bagi yang menyembah Elemen Alam (Udara, Air, Api, dll), dan terperosok dalam kegelapan yang besar bagi yang menyembah benda buatan semisal “Kursi, Meja, Patung dll”.
[Yajurveda 40:9]
The Atharvaveda Book 20, hymn 58 and verse 3: “Dev maha osi”
“Tuhan Maha Besar”
[Atharvaveda 20:58:3]9
“Na tasya Pratima asti”
“Tak ada rupa buat Tuhan.”
[Yajurveda 32:3]
“Ma cid anyad vi sansata sakhayo ma rishanyata”
“Oh saudara, jangan menyembah apapun selain Dia, satu-satunya Tuhan, pujilah dia sendiri.”
[Rigveda 8:1:1]
“Devasya samituk parishtutih”
“Sesungguhnya, kemuliaan Tuhan Pencipta adalah Besar (Tuhan Maha Besar/Akbar) .”
[Rigveda 5:1:81]

Agar ayat-ayat tersebut dapat dipelajari oleh generasi seterusnya, maka disusunlah ayat-ayat tersebut secara sistematis ke dalam sebuah buku oleh beberapa pemuka Hindhu. Setelah penyusunan dilakukan, ayat-ayat tersebut dikumpulkan ke dalam sebuah kitab yang kemudian disebut Weda.

Dan Veda di klaim sebagai kitab yang paling otentik dalam agama Hindhu. Veda inilah yang kemungkinan merupakan sumber langsung dari Nabi Ibrahim karena dalam Veda terdapat ajaran monoteisme dan Tauhid yang tegas. Yang bertentangan dengan Kitab Hindhu yang lain semisal Upanishad dimana di dalam Upanishad inilah ajaran Pantheisme berada.

Tahun 1935 Dr Pran Nath menerbitkan artikel yang isinya menerangkan bahwa Rig Veda berisi kisah kejadian dalam kerajaan Babilonia dan Mesir kuno dan perang keduanya. Peran Babilonia terhadap Nabi Ibrahim adalah bahwa dari sinilah kemungkinan kisah nabi Ibrahim berasal.

Alkitab Injil-Kejadian 10:10 Mula-mula kerajaannya (Namrud) terdiri dari Babel, Erech (Ur), dan Akkad, semuanya di tanah Sinear.

Kota “Ur” pada peta diatas diyakini sebagai tempat Ibrahim berasal yang mana dari tempat ini pula aliran Brahma menyebar ke India (Moisés y los Extraterrestres, Tomás Doreste)

Nabi Ibrahim yang menurut banyak sumber mempunyai pertentangan dengan Namrud (Nimrod) raja Babilonia (pendiri menara Babel). Agama Nimrud adalah Pantheisme seperti halnya agama Hindhu sekarang pada umunya yang menganggap semuanya adalah Tuhan. Dan juga Politeisme yang bertentangan dengan ajaran nabi Ibrahim yang monoteisme. Ajaran Pantheisme serta Politeisme Babilonia inilah yang menyebar ke Yunani, Roma, Mesir dan India pada saat itu. Sehingga tidak aneh jika ditemukan kemiripan ajaran atau kisah dari masing-masing kerajaan kuno ini.

Pada jaman itu (Balinonia-Namrud) dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim menghancurkan semua patung dewa milik Namrud kecuali yang besar (dengan mengatakan kepada Namrud bahwa Patung terbesarlah yang merusak patung lainnya) agar Namrud sadar bagaimana patung bisa menghancurkan patung lainnya. Meski tidak membawa hasil dan akhirnya Nabi Ibrahim di bakar oleh Namrud, tetapi Allah menyelamatkan beliau dengan menjadikan Api terasa dingin bagi Nabi Ibrahim. Seperti difirmankan oleh Allah dalam Al-Quran.

Al-Quran-Surah Al-Anbya 21 :68-69: Mereka berkata: Bakarlah dia (Ibrahim) dan bantulah ilah-ilah kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak. Kami berfirman: Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.

Seperti halnya yang terjadi ketika Yesus menghidupkan Lazarus, dimana disekitarnya banyak orang2 musryik penyuka takhyul, demikian juga ketika Nabi Ibrahim dibakar. Disana banyak tukang takhyul yang ikut menyaksikan. Api yang tidak membakar Nabi Ibrahim kemungkinan menjadi dasar bagi agama Majusi (penyembah Api) untuk simbol agamanya. Zoroaster sebagai pendiri agama ini kemungkinan tidak menggunakan Api sebagai pusat mediasi kepada Tuhan, tetapi Api adalah penyimpangan berikutnya pada agama ini melalui penerusnya.

Dan (Ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. Ibrahim berkata: (Dan saya mohon juga) dari keturunanku. Allah berfirman: Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim. (Al-Quran. 2:124)

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia (Al-Quran 3:96)

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar baitullah (Ka’bah) bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.(Al-Quran 2:127)

Ketiga ayat diatas merupakan beberapa ayat dalam Al-Quran (Kitab suci ISLAM) yang menerangkan tentang Ibrahim sebagai bapak teologi semua bangsa dan sebagai imam bagi semua bangsa.

Dalam Kitab orang kristen dikatakan dalam “Kejadian” dan “Yoshua” sebagai berikut :

Kejadian 25:17-18 Umur Ismael ialah seratus tiga puluh tujuh tahun. Sesudah itu ia meninggal. Ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya. Mereka itu mendiami daerah dari Hawila (India) sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka.

(Hebrew) Ishaak = (Sanskrit) Ishakhu = “Friend of Shiva.” (Hebrew) Ishmael = (Sanskrit) Ish-Mahal = “Great Shiva.”

Yoshua 24:2-3 Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain. Tetapi Aku mengambil Abraham, bapamu itu, dari seberang sungai Efrat, dan menyuruh dia menjelajahi seluruh tanah Kanaan. Aku membuat banyak keturunannya dan memberikan Ishak kepadanya.

Ayat diatas seolah-olah menunjukkan arah ke timur di seberang sungai Efrat, dari sini untuk sementara kita bisa mengasumsikan sebagai arah dari India.

Menurut beberapa sumber sekitar 1900 SM di India (sekitar lembah Sindhu) terjadi bencana antara lain kekeringan, banjir dll (Indic Ideas in the Graeco-Roman World, by Subhash Kak, taken from IndiaStar online literary magazine; P.14) , hal ini terjadi karena perang antara bangsa Arya dan Asura yang pernah menguasai lembah Sindhus, dimana kota dan bendungan menjadi hancur. Hal ini membuat Ibrahim dan sanak saudaranya bermigrasi ke arah Asia Barat.

“Para sejarawan Arab berpendapat bahwa Brahma dan Abraham, nenek moyang mereka, adalah orang yang sama. Persia umumnya menyebut Abraham sebagai Ibrahim Zeradust. Cyrus menganggap agama orang Yahudi sama seperti dirinya sendiri. Hindu pasti berasal dari Abraham, atau Israel dari Brahma … ” (Anacalypsis;.. Vol I, P 396)

Ram dan Abraham adalah mungkin orang atau marga yang sama. Misalnya, suku kata “Ab” atau “Ap” berarti “ayah” di Kashmir. Orang-orang Yahudi prototipikal bisa disebut Ram “Ab-Ram” atau “Bapa Ram.” Dari sini kita bisa membayangkan bahwa kata “Brahm” berevolusi dari “Ab-Ram” dan bukan sebaliknya. Jadi Brahm (Brahma) kemungkinan dari kata Ab-Ram (Abraham). Kata Kashmir untuk “Kerahiman Ilahi yaitu Raham juga berasal dari Ram. Ab-Raham = “Bapak atas Rahmat Ilahi.” Rakham = “Kerahiman Ilahi” yang dalam bahasa Ibrani Ram juga istilah untuk “pemimpin yang ditempatkan atau gubernur.” Sejarawan India AD Pusalker, yang memiliki esai “Traditional History From the Earliest Times” appeared in The Vedic Age”, mengatakan bahwa Ram masih hidup pada tahun 1950 SM, yaitu waktu sekitar Abraham dimana Indo-Ibrani,dan Arya membuat migrasi besar sejumlah orang India ke Timur Tengah sejak Banjir Besar.

“Salah satu tempat suci di Arab yaitu Ka’bah juga didedikasikan oleh Brahma untuk Allah Pencipta Hindu. Itulah sebabnya mengapa nabi buta huruf Islam (Muhammad) mengklaim itu didedikasikan untuk Abraham. Kata” Abraham “tidak lain dari malpronunciation kata Brahma. Hal ini dapat secara jelas membuktikan jika salah satu kata berakar dari kedua kata. Abraham dikatakan menjadi salah satu nabi tertua dari para nabi Semit. Namanya seharusnya berasal dari makna dua kata Semit ‘Ab’ ‘Ayah’ dan ‘Raam / Raham yang berarti yang ditinggikan. ” Dalam kitab Kejadian, Abraham hanya berarti ‘orang banyak. ” Kata Abraham berasal dari kata Sansekerta Brahma. Akar Brahma adalah ‘Brah’ yang berarti – ‘. Untuk tumbuh atau memperbanyak jumlah’. Selain itu Bhatara Brahma, Allah Pencipta Hindu dikatakan sebagai “Bapa semua manusia dan Ta’ala dari semua Dewa, karena dari DIA semua makhluk dihasilkan demikian juga kita berasal dari ‘Maha Bapa. ” Ini adalah sebuah penunjuk jelas bahwa Abraham tidak lain adalah ayah Brahma surgawi. ” (Vedic Past of Pre-Islamic Arabia; Part VI; p.2.)

Beberapa makna dapat diekstraksi dari kata “Abram,” masing-masing menunjuk langsung ke posisi ditinggikan-Nya. Ab = “Bapa;” HIR atau H’r = “Kepala; Top, Ta’ala,” Am = “masyarakat.” Oleh karena itu, Abhiram atau Abh’ram bisa berarti “Bapa Ta’ala.” Makna lainnya: Ab – î – Ram = “Bapak lagi Maha Penyayang.” Ab, yang juga berarti “Ular,” dapat menunjukkan bahwa Ab-Ram (Ta’ala Ular) adalah seorang raja Naga. Semua makna yang dapat digali dari kata majemuk “Abraham” mengungkapkan takdir ilahi pengikutnya. Hiram dari Tirus, teman dekat Salomo, adalah “Orang Ta’ala” atau Ahi-Ram (Maha Ular/Naga).

Bahkan dalam sebuah gambar yang lain dalam keyakinan Hindhu tampak jelas ketika Parvati menyirami kuil suci dengan Air. Hal ini tampak jelas disebutkan dalam Mazmur, dimana air suci itu oleh kaum Muslim dipahami sebagai Air yang keluar dari padang pasir saat Ismail kehausan dan Hagar berlari-lari mencarinya, yang sekarang dikenal sebagai air Zam-zam.

Apabila melintasi lembah Baka (Bakkah), mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat (Mazmur 84:5-7)

Di India kuno, kultus Aryan disebut “Brahm-Arya.” Arya menyembah dewa ganda. Abraham berpaling dari kemusyrikan. Dengan demikian, ia bisa saja menjadi “A-Brahm” (No longer a Brahman). Arya menyebut Asura “Ah-Brahm.” Oleh karena itu, kita secara logis dapat mengasumsikan bahwa ayah dari peradaban Indus itu mungkin prototipikal Yahudi.

Yerusalem adalah kota orang Het/Hittite (kasta kepemimpinan keturunan India) pada saat kematian Abraham. Dalam Kejadian 23:04, Abraham meminta Yerusalem Het untuk menjual plot pemakaman. Orang Het menjawab, “… Kejadian 23:6″Dengarlah kepada kami, tuanku. Tuanku ini seorang raja agung di tengah-tengah kami; jadi kuburkanlah isterimu yang mati itu dalam kuburan kami yang terpilih, tidak akan ada seorangpun dari kami yang menolak menyediakan kuburannya bagimu untuk menguburkan isterimu yang mati itu.”

Jika Abraham dihormati sebagai seorang pangeran oleh orang Het, ia juga sangat dihormati dan memerintah keturunan India dan kasta prajurit. Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Ibrahim bukan seorang Het. Dia hanya berkata, “Aku ini orang asing dan orang asing dengan Anda.” (Kejadian 23:04). Sebagai orang Het mengatakan, mereka mengakui Abraham bahkan di atas mereka. Sama seperti orang Het itu bukan etnis yang unik, baik itu orang Amori atau Amarru. Marruta adalah nama kasta India jelata. Kata “Amori” (Marut) adalah nama kasta pertama Vaishyas India: pengrajin, petani, peternak, pedagang, dll

GD Pande menulis dalam Ancient Geography of Ayodhya, “Maruts mewakili Visah. Maruts digambarkan sebagai membentuk pasukan atau massa Rudra, ayah dari Maruts, adalah Penguasa ternak..” Malita J. Shendge negara (P. 177.): “. … Yang Maruts adalah orang” (The Demons Madani;. P. 314) Kita tidak perlu heran menemukan Khatti (Het) dan Maruts (Amori) berfungsi sebagai ayah (pelindung) dan ibu (helpmates atau asisten) dari Yerusalem.

Di India, orang Het juga dikenal sebagai Cedis atau Chedis (diucapkan Hatti atau Khetti). Sejarawan India mengklasifikasikan mereka sebagai salah satu kasta tertua dari Yadavas. “Cedis membentuk salah satu suku paling kuno di antara Ksatriyas (kelas bangsawan terdiri dari orang Het dan Kassites) di masa awal Veda. Pada awal periode Rgveda raja Cedi telah memperoleh kemasyhuran besar . Mereka merupakan salah satu kekuasaan terkemuka di India utara dalam epik besar. ” (Yadavas Through the Ages, P. 90.). Ram atau Rama juga berasal dari klan Yadava. Jika kata Abraham, Brahm, dan Ram adalah satu dan orang yang sama, Abraham pergi ke Yerusalem bersama bangsanya sendiri!

Jemaat Ram memisahkan diri dalam komunitas mereka sendiri, yang disebut Ayodhya, yang dalam bahasa Sansekerta berarti “tak terkalahkan.” Kata Sansekerta untuk “tempur” adalah Yuddha atau Yudh. Abraham dan kelompoknya milik jemaat Ayodhya (Yehudiya, Yudea) yang masih jauh dari non-Muslim dan Amalek (bangsa Arya?).

Melkisedek adalah seorang raja Yerusalem yang memiliki kekuatan mistik dan magis rahasia. Dia juga guru Abraham.

Ibrani 7:1,3 Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia.Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.

Jika dilihat dari ayat Ibrani 7 :1,3..dimana Maliksedek tidak berawal dan berakhir dan tidak berbapa atau beribu, seolah-olah menggambarkan bahwa Malkisedek adalah nama dari Tuhan. Tetapi sebenarnya jati diri Melkisedek masih rancu. Karena dalam penjelasan lain seolah-olah Melkisedek ini manusia atau Tuhan yang dimanusiakan, atau malah manusia yang diTuhankan? (sebuah distorsi dari Malkisedek).

Melik-Sadaksina adalah seorang pangeran India yang besar, penyihir, dan raksasa spiritual – anak seorang raja Kassite. Di Kashmir dan Sansekerta, Sadak = “seseorang dengan ajaib, kekuatan supranatural.” Sebuah Zadok tertentu (Sadak?) Juga seorang imam supernatural-diberkahi yang diurapi Salomo. Mengapa Kassite (dari kasta kerajaan) Melik-Sadaksina, seorang tokoh mitos India, tiba-tiba muncul di Yerusalem sebagai sahabat dan mentor dari Abraham? Menurut Kumar Akshoy Mazumdar di Sejarah Hindu, Brahm adalah pemimpin spiritual dari bangsa Arya. Sebagai Arya (bukan hasil Yah), dia secara alami percaya pada berhala. Alkitab mengatakan bahwa ia bahkan diproduksi mereka. Setelah melihat bagaimana penyembahan berhala meningkat dan merebak berkontribusi terhadap kejatuhan agama lebih lanjut dari umat-Nya, Brahm mundur dari Aryanism dan memeluk India kuno (Yah) filsafat (Cult of MaterialUniverse) meskipun pun tenggelam dalam kejahatan buatan . Dia memutuskan manusia yang dapat menyelamatkan dirinya hanya dengan berurusan dengan apa yang nyata, bukan dibayangkan.

Terkejut pada barbarisme dan keegoisan rakyat yang membuta, orang-orang bijak dan orang-orang berpendidikan di antara-proto Ibrani mengisolasi diri dari massa. Dr Mazumdar menulis, “Pesatnya kejatuhan moral peramal dan orang bijak hidup terpisah dari massa. Mereka jarang menikah dan sebagian besar diberikan kepada kontemplasi religius. Massa, tanpa cahaya yang tepat dan pemimpin, segera menjadi kejam secara ekstrim. Perkosaan , perzinahan, pencurian, dll, menjadi sangat umum. Sifat manusia berlari liar. Brahma (Abraham) memutuskan untuk reformasi dan meregenerasi orang-orang. Dia membuat pemimpin orang bijak dan peramal untuk menikah dan bergaul dengan orang-orang. Sebagian besar menolak untuk menikah, tapi 30 setuju. ” Brahm menikahi saudara tirinya Saraisvati. Hal ini dikenal sebagai prajapatis (nenek moyang).

“Utara Afghanistan disebut Uttara Kuru dan merupakan pusat pembelajaran besar. Seorang wanita India pergi ke sana untuk mempelajari dan menerima gelar VAK, yaitu Saraisvati (Sarah). Hal ini diyakini bahwa Brahm, dia guru (dan setengah saudara), sangat terkesan dengan kecantikannya, pendidikan, dan intelek yang kuat, bahwa ia menikahinya. ” (The Hindu History, P. 48, in passim.)

Dari masyarakat suci di Afghanistan Selatan, masyarakat serupa tersebar di seluruh dunia: seluruh India, Nepal, Thailand, Cina, Mesir, Suriah, Italia, Filipina, Turki, Persia, Yunani, Laos, Irak, – bahkan Amerika ! Bukti linguistik kehadiran Brahm di berbagai belahan dunia lebih dari jelas: Persia: Braghman (Kudus); Latin: Bragmani (Kudus); Rusia: Rachmany (Kudus); Rachmanya Ukraina (Imam, Kudus); Ibrani: Ram ( Pemimpin Agung); Sebuah kata suci di kalangan umat Hindu dan merupakan suku kata mistik “OM”.

“OM” ini terkait kekal dengan bumi, langit, dan surga sebuah rangkap tiga Semesta . Ini juga merupakan nama Brahm. Suku Aztec juga menyembah dan meneriakkan suku kata OM sebagai ganda utama penciptaan semua: OMeticuhlti (Male Prinsip) dan OMelcihuatl (Female Prinsip). Kasta imam Maya disebut Balam (B’lahm diucapkan). Memiliki “R” suara ada di Maya, itu akan menjadi Brahm. Suku Inca Peru menyembah matahari sebagai Inti Raymi (Hindu Ram).

yang tak dapat disangkal kata yang berasal dari Rama yang secara harfiah bahasa lada Nama asli-Amerika, terutama bahasa suku-suku yang membentang dari Barat Daya Amerika, ke Meksiko, dan semua jalan ke Amerika Selatan, di luar Peru. Indian Tarahumara dari Chihuahua adalah contoh yang ideal. nama asli mereka adalah Ra-Ram-Uri. Seperti di India dan Sumeria , Ra-Ram-Uri “Uri” = “People.” Karena Spanyol “R” adalah getar, ini “Uri” juga bisa Udi atau Yuddhi, nama Sansekerta untuk “Warrior;. Penakluk” Banyak suku Meksiko menyebutkan bahwa ras asing Yuri sekali menyerang bagian mereka dari dunia. Dewa matahari Ra-Ram-Uri adalah Ono-Rúame. Di Kashmir, Ana = “anak favorit;” dewi bulan Ra-Ram-Uri, permaisuri Ono-Rúame, adalah Hawa-Ruame. Kashmir Hava (Hawa) = “Eve, atau Prinsip Perempuan.”

Seorang gubernur Ra-Ram-Uri disebut Si-Riame. Dalam bahasa Sansekerta / Kashmir, Su-Rama = “Rama Besar.” Menurut legenda Meksiko kuno, Yoris memiliki sebuah suku yang disebut Surem (Su-Ram?) Sebelum penaklukan, Meksiko tengah & barat daya Amerika, sejauh Timur Colorado, yang dikenal sebagai Sure’. Sure’ = “Sun” di Kashmir. Panduan Tarahumara menyembuhkan dokter atau rohani adalah Owi-Ruame. Dalam bahasa Sansekerta, Oph = “Hope.” setan mereka disebut Repa-Bet-Eame. Kashmir: Riphas (Penampilan) buth (Roh ganas) Yama (Malaikat Maut). Banyak lain yang mengherankan bahwa Kashmiri/ Sanskerta surat menyuratnya muncul dalam bahasa Ra-Ram-Uri. hubungan mereka ke Fenisia kuno, Sumeria, dan India Utara di luar pertanyaan.

Kebanyakan orang berpikir tentang Fenisia sebagai suku pelaut-pedagang yang daerah huniannya apa yang sekarang dinamakan Libanon. Namun, Pancika atau Pani sebagai Hindu menyebut mereka, atau Puni, oleh Roma (nama juga berasal dari Rama), adalah, seperti gipsi, tersebar di seluruh dunia.

Spanyol disebut tanah Chiahuahua Ra-Ram-Uri, diucapkan seperti Shivava oleh penduduk asli sendiri. Dalam bahasa Sansekerta, Shivava = “Candi Siwa.” Menurut ulama agama Hindu, Ram dan Tuhan Siwa adalah sama. Shiva dan Yah (yang sama kita baca di Alkitab) nama juga menonjol dalam praktik-praktik keagamaan asli-Amerika dan dapat ditemukan bertuliskan sebagai petroglyphs di seluruh barat daya Amerika. ( India Once Ruled the Americas?)

Ayodhya juga nama lain untuk Dar-es-Salam di Afrika Tanzania dan Yerusalem (Yudea). Memang benar bahwa Jerusalemites dikenal sebagai Yehudiya atau Yudea (Laskar Yah), fakta yang membuat orang Yahudi berasal dari India tak terbantahkan.

Tidak ada bagian dari dunia kuno, termasuk China, yang tidak dipengaruhi oleh pandangan agama Ram. Sebagai contoh, Kristen dan Yahudi telah dicuci otak untuk percaya bahwa ajaran-ajaran Muhammad disalin dari sumber-sumber Yahudi. Yang benar adalah bahwa dalam waktu Muhamad, teologi Ram atau Abraham adalah batu dasar dari semua sekte agama. Semua yang Muhammad lakukan adalah untuk membersihkan mereka dari penyembahan berhala.

“… Kuil Mekah didirikan oleh sebuah koloni Brahmana dari India. Itu adalah tempat yang suci sebelum masa Muhammad, dan mereka diizinkan untuk berziarah ke sana selama beberapa abad setelah zamannya. Selebriti besar sebagai material tempat suci jauh sebelum masa nabi tidak bisa diragukan. ” (Anacalypsis, Vol I,. P. 421.)

“… Kota Mekah dikatakan oleh para Brahmana, pada otoritas buku-buku lama mereka, telah dibangun oleh sebuah koloni dari India, dan penduduknya dari era awal sudah memiliki tradisi yang dibangun oleh Ismael, Agar anak kota ini,. dalam bahasa Indus, akan disebut Ishmaelistan. ” (Ibid, P. 424.)

Sebelum Muhammad, Hindu dari bangsa Arab disebut Tsaba. Tsaba atau Saba adalah sebuah kata Sansekerta, yang berarti “Majelis para Dewa”. Tsaba juga disebut Isya-ayalam (Candi Siwa). Istilah kaum atau Moshe-ayalam (Candi Siwa) hanyalah nama lain dari Sabaism. Kata ini telah menyusut ke Islam. Muhammad sendiri, menjadi anggota keluarga Quaryaish, berada di Tsabaist pertama. KaumTsaba tidak menganggap Abraham sebagai tuhan yang sebenarnya, tetapi sebagai avatar atau guru ilahi disebut Avather Brahmo (Hakim dari bawah dunia).

Kaum Saba atau Sabæ adalah masyarakat kuno yang berbicara bahasa “Arab Selatan lama” yang bemukim di tempat yang sekarang disebut Yaman, di barat daya Semenanjung Arab dari 2000 SM hingga abad ke-8 SM. Sebagian kaum Saba juga tinggal di D’mt, yang terletak di utara Ethiopia dan Eritrea, karena hegemoni mereka mereka melampaui Laut Merah.

Dalam Al-Quran Kaum Saba’ disebut sebagai kaum yang akhirnya ingkar terhadap Allah, sehingga Allah menghukumnya.

“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan kiri, (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun-kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena ke-kafiran mereka. Dan kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.” (QS Saba’, 34: 15-17). !

Pada masa Yesus, bahasa masing-masing, simbolisme agama, dan tradisi orang Arab dan Yahudi hampir identik. Jika kita bisa mengambil mesin waktu ke masa lalu, sebagian besar dari kita tidak akan melihat perbedaan nyata antara orang-orang Arab dan Yahudi. Sejarah memberitahu kita bahwa orang Arab di jaman Kristus menyembah berhala. Begitu juga kelas bawah dan Yahudi pedesaan. Untuk alasan ini, pertengkaran Timur Tengah antara Yahudi dan Muslim dan benci antara Muslim dan Hindu di India adalah konyol. Kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi dan Hindu, atau sebaliknya, atas apa-apa. Semua tiga kelompok muncul dari sumber yang sama.

Kashmiri-Sansekerta setara Hebron (Khev’run dalam bahasa Ibrani) mencuatkan asal daerah India yang diduduki pada masa Yerusalem awal: Khab’ru (kuburan, makam). (See Grierson’s Dictionary.; p. 382.) Bahkan dalam bahasa Ibrani, Kever = “Tomb.”

ahli bahasa India dan orientalis Maliti J. Shendge ‘s Bahasa Harappans menyatu bersama-sama, sekali dan untuk semua, peradaban Asia Barat dan Lembah Indus. Tidak hanya dia membuktikan bahwa Harappa sbelumnya Akkadia dan Sumeria, dia juga membuktikan bahwa pertama “Abraham” itu tak lain dari Adam sebelum Hawa diciptakan dari salah satu tulang rusuknya.

“… Dapat dikatakan bahwa wilayah dari Tigris-Efrat ke Indus dan dari timur dihuni oleh Semit berbicara Akkadia yang kemudian menyebut diri mereka sebagai Asshuraiu. Nama India mereka sebagaimana diketahui dari Rgveda adalah ‘Asura’ yang tidak jauh dihapus Bahwa daerah ini harus dihuni oleh marga yang berbeda dari etos yang sama tidak sangat mengejutkan.. Bagaimanapun akan salah untuk berpikir bahwa itu adalah kelompok ras yang homogen. Sebagai bukti linguistik kami menunjukkan itu adalah populasi campuran dari kelompok Akkadians dan Sumeria. Etnis lain mungkin juga telah hadir, yang jejak bisa dilihat dalam pekerjaan di masa depan. ini komposisi campuran populasi tidak konsisten dengan keadaan pengetahuan, sebagai kehadiran unsur-unsur etnis di lembah Indus hanya memastikan dan memperluas pola demografi identik, yang mungkin eksis dari zaman prasejarah dan awal peradaban.

“Jika Akkadians dan klan Asia Barat adalah sama, seharusnya ada yang dominan yang sama dari pasangan ini yg mula-mula dalam mitologi Veda. Namun, lebih dari satu referensi samar, tidak ada referensi untuk mereka ini, membingungkan.. Hal ini tampaknya tidak mungkin bahwa marga ini tanpa orang tua yg mula-mula, meskipun mereka menduga Tuhan mereka adalah Asura. Dominasi Brahman di RV sebagai ayah yg adalah mula-mula juga ada yang tidak memadai karena ia adalah prinsip laki-laki saja. Penelitian dekat terhadap Brahman mengungkapkan keturunannya berasal dari dua kata Abu + Rahmu yang merupakan pasangan yg mula-mula dalam mitologi Semit. Para mitra Akkadia dari Rahmu adalah Lahmu yang kemudian menjadi dewi Laksmi, lahir di laut dan didekati oleh kedua dewa dan setan, Lahmu adalah naga dalam bahasa Akkadia tetapi dalam Ugaratic Rahmu ini merupakan anak gadis Abu. Brahma (rahmu + abu = abrahma = brahma) semua perubahan postulat di sini adalah tercakup dalam korespondensi di atas, atau gadis Abu, maka Ketuhanan Semit tertinggi, telah mengalami banyak transformasi dan memiliki banyak rekan-rekan di jajaran India, antara siapa Laksmi salah satu yang penting yang disembah sebagai dewi semua ciptaan materi. Jadi klan Asura lembah Indus memuja Abu-Rahmu sebagai pasangan yg mula-mula.. “(pp.269 – 270.)

Penelitian Ms Shendge benar-benar memperkuat keyakinan bahwa sisa-sisa Abraham dan Sarai (Sarah) di Hebron mungkin benar-benar orang-orang dari Brahm dan Saraisvati yang nyata. Abraham jelas seorang imam, bahkan mungkin pendiri, dari kultus Abu-Rahmu (Adam dan Hawa) yang membawa agama monoteisme ke Asia Barat. Meskipun ia dan Sarai (Sarah) kembali ke asal mereka di India sebagai paham yang didewakan dalam berbagai bentuk, mereka tetap sebagai manusia dalam Yudaisme.

Umat Hindu kuno suka akan pemujaan pahlawan. Itulah mengapa kisah para nabi jaman dulu dikultuskan sebegitu rupa melebihi aslinya menjadi kisah mitos. Dan yang paling parah saking berlebihannya dalam mengkutuskan para pahlawan (nabi) mereka menganggap para nabi (pahlawan) sebagai bagian Tuhan. Misalnya Nabi Ibrahim yang dimanifestasikan menjadi Dewa Brahma, Nabi Adam dimanifestasikan menjadi Dewa Sywa, dan Manu (Nabi Nuh) kemungkinan menjadi Wishnu. Bahkan ada sebuah opini bahwa makam dari Nabi Shees dan Ayub ada di Ayodya di sebuah propinsi Utar Pradesh India.

Dalam cerita kuno Hindhu ada hubungan bahwa Ibrahim merupakan wangsa dari Ayodhya (Yudea). Dan bawa Ibrahim merupakan Pangeran dari kasta prajurit India . Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan sementara bahwa jalur migrasi Nabi Ibrahim adalah dari kota “Ur” di Babilonia ke arah India. Setelah hidup di India beberapa lamanya Ibrahim harus bermigrasi ke Arah Barat yaitu Arabia sampai Israel sekarang. Migrasi dari India karena bencana akibat perang dan banjir besar.

Dan jika ternyata di dalam Veda banyak ditemukan informasi akan datangnya nabi Muhammad, maka hal itu tidak aneh karena hal itu dikabarkan oleh Nabi Ibrahim sebagai Imam dari semua bangsa.

Daerah sekitar India dan Persia sebelum atau sesudah jaman nabi Ibrahim merupakan daerah dengan banyak kepercayaan. Dimana penduduk disekitarnya disebut sebagai Hindhu. Jadi Hindhu bukanlah nama agama tetapi nama Geografis. Jadi semua ajaran (kepercayaan) dan Manuskrip tua di daerah itu disatukan dengan nama Hindhu..

Hindhu dan Veda adalah beda. Para Sarjana Hindhu lebih suka disebut Sanatana Dharma atau Vedic Dharma. Ini kemungkinan karena mereka memakai Veda sebagai pegangan utama. Sedangkan Nama Hindhu lebih universal, bisa mengacu di luar ajaran Veda. Karena di dalam Veda tak menyebut soal Hindhu.

Orang Arya (Persia) menyebut wilayahnya sebagai “Saptha Sindhu” atau wilayah dengan 7 sungai di barat daya india dengan salah satu sungainya yaitu sungai Indus. Itu mengapa dalam Kitab Suci Persia Kuno (Zoroaster) terdapat kata Hapta-Hendu yang termuat dalam Zend Avesta (Vendidad: Fargard 1.18) . Jadi Hindu merujuk pada Masyarakat yang hidup di sekitar sungai sindhu. Tetapi secara pasti Nama Hindhu mulai terkenal tak lebih dari 500 tahun yang lalu.

sekedar info
1. Nabi Adam
Diperkirakan hidup pada 5872-4942 SM di sekitar wilayah yang kini dikenal sebagai India.

2. Nabi Idris bin Yarid bin Mahlail dari keturunan Nabi Syits bin Adam
Diperkirakan hidup sekitar tahun 4533-4188 SM.

3. Nabi Nuh bin Malik bin Mutawashlihbin Idris dari keturunan Nabi Syits bin Adam
Diperkirakan hidup pada tahun 3993-3043 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 3650 SM.

4. Nabi Hud bin Abdullah bin Rabah bin Al-Khulud dari keturunan Sam bin Nuh
Diperkirakan hidup pada tahun 2450-2320 SM.

5. Nabi Shalih bin Ubaid bin 'Ashif dari keturunan Sam bin Nuh
Diperkirakan beliau hidup pada tahun 2150-2080 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 2100 SM.

6. Nabi Ibrahim bin Azar bin Nahur dari keturunan Sam bin Nuh
Beliau diperkirakan hidup tahun 1997-1822 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 1900 SM.

7. Nabi Luth bin Haran bin Azar bin Nahur dari keturunan Sam bin Nuh
Diperkirakan hidup pada tahun 1950-1870 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 1900 SM.

8. Nabi Ismail bin Ibrahim Azar bin Nahur dari keturunan Sam bin Nuh
Diperkirakan hidup pada tahun 1911-1774 SM dan dianggkap menjadi nabi pada tahun 1850 SM.

9. Nabi Ishaq Ibrahim Azar bin Nahur dari keturunan Sam bin Nuh
Diperkirakan hidup pada tahun 1897-1717 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 1800 SM.

10. Nabi Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim
Diperkirakan hidup pada tahun 1837-1690 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 1750 SM.

11. Nabi Yusuf bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim
Diperkirakan hidup pada tahun 1745-1635 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 1715 SM

12. Syu'aib bin Mikail bin Yasyjar bin Madyan bin Ibrahim
Diperkirakan hidup pada tahun 1600-1490 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 1550 SM.

13. Nabi Ayyub bin Amwas bin Zarih dari keturunan Ibrahim
Diperkirakan hidup pada tahun 1540-1420 SM. Dan diangkat menjadi nabi pada tahun 1500 SM.

14. Nabi Zulkifli bin Bisyr bin Ayyub dari keturunan Ishaq bin Ibrahim
Diperkirakan hidup pada tahun 1500-1425 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 1460 SM.

15. Nabi Musa bin Imran dri keturunan Ya'qub bin Ishak
Diperkirakan hidup pada tahun 1527-1408 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 1450 SM.

16. Nabi Harun bin Imran dri keturunan Ya'qub bin Ishak
Diperkirakan hidup pada tahun 1531-1408 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 1450 SM.

17. Nabi Daud bin Aisya bin Awid dari keturunan Yahuza bin Ya'qub
Diperkirakan hidup pada tahun 1041-971 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 1010 SM. Beliau

18. Nabi Sulaiman bin Daud bin Aisya bin Awid dari keturunan Yahuza bin Ya'qub
Diperkirakan hidup pada tahun 989-931 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 970 SM.

19. Nabi Ilyas bin Yasin bin Fanhas dari keturunan Harun bin Imran
Diperkirakan hidup pada tahun 910-850 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 870 SM.

20. Nabi Ilyasa' bin Akhtub dari keturunan Yusuf bin Ya'qub
Diperkirakan hidup pada tahun 885-795 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 830 SM.

21. Yunus bin Matta dari keturunan Bunyamin bin Ya'qub
Diperkirakan hidup pada tahun 820-750 SM.

22. Nabi Zakaria bin Dan bin Muslim dari keturunan Rahbaam bin Sulaiman
Diperkirakan hidup pada tahun 91-31 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 2 SM.

23. Yahya bin Zakaria bin Dan bin Muslim dari keturunan Rahbaam bin Sulaiman
Diperkirakan hidup pada tahun 1SM - 31M dan diangkat menjadi nabi pada tahun 28M.

24. Nabi Isa bin Maryam binti Imran dari keturunan Sulaiman bin Daud
Diperkirakan hidup pada tahun 1SM-32M dan diangkat menjadi nabi pada tahun 29M.

25. Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib dari keturunan Ismail bin Ibrahim
Diperkirakan hidup pada tahun 571M-632M

Kisah Naga Melayu di Indonesia Kepulauan Riau

Sebuah Kisah Naga Melayu
Naga Inderapura Sebuah Cerita


Entah siapa empunya ceritera
Di Tasik Chini tinggal Si Naga
Berbadan besar lagi panjang pula
Apakah benar atau rekaan semata
Siapalah yang tahu apakah yang nyata

Di Tasik Chini tinggal Si Naga
Teringat daku suatu kisah di sebuah benua
Terdapat Funan, Juwana dan Kembayat Negara
Asalnya mereka itu bersaudara adanya
Kelak menyusur rakyatnya ke seluruh nusantara
Tatkala negeri ditimpa perang bencana

Negeri Funan, Juwana dan Kembayat Negara
Kesemua mereka panjang kisahnya
Dibicara kini entah dongeng entahlah nyata
Hanya rujukan ceritera rakyat, prasasti dan sejarah China
Selebihnya pula ditambah reka serta teka
Di Funan itu rajanya Si Soma dari Kerajaan Naga
Juwana pula negeri Melayu pada asalnya
Inderapura letaknya di Kembayat Negara
Semuanya itu tanah asal milik Melayu dahulu kala
Sejarahnya panjangnya dikongsi pula
Sebelum terpecah menjadi Vietnam serta Kemboja

Entah bilakah di Tahun Saka
Negeri Kembayat Negara juga dikenali Champa
Bertembung Si Naga Melayu dan Si Naga China
Bertarung mereka gegak gepinta di Inderapura
Banyak korban nyawa tak berdosa
Inderapura habis rosak binasa
Rakyatnya pula banyak menderita

Entah bilakah di Tahun Saka
Di selatannya wujud nama Empayar Langkasuka
Datangnya nanti Si Naga Inderapura merawat luka
Tepian Tasik Chini berkumpul bersama rakyatnya
Bertapa menajam ilmu di Kota Gelanggi nama tempatnya
Membina negara kota buat sementara
Untuk rakyatnya sebagai pengubat derita
Bila tiba masanya ke Inderapura kembali semula
Menuntut hak atau menentang Si Naga China
Mendapatkan Inderapura kembali ke dalam Kembayat Negara
Di Empayar Langkasuka pula timbul cerita
Kononnya Inderapura itulah Pahang Lama
Di Tasik Chini tinggalnya Si Naga
Berbagai sumpahan dengan istana
Dikait pula dengan rajanya
Jadilah sebuah ceritera sang penglipur lara

Adatnya Melayu berkias bicara
Daulat dan maruah sangat dijaga
Apatah lagi rahsia utama berkait nyawa
Lalu dicerita Naga dari Inderapura
Di Tasik Chini duduk tempatnya
Tiba masanya keluarlah dia
Usah ditunggu atau dicari takkan jumpa
Kerana di Tasik Chini alamnya tiada nyata
Di alam ghaiblah dia permudah kata

Usahlah dipercaya dongeng ku ini
Atau khianati sejarah bangsa sendiri
Tiada titik hitam di dalam hati
Cuma yang benar itulah harus diteladani…
Pabila Tahun Saka tiada lagi dikira
Zaman moden diperkira pada masanya
Kisah Naga Tasik Chini masih lagi dipercaya
Timbul pula bukti si Kapak Tua
Gendang Dong Song dijumpa sama
Bukti datang Si Naga ditahun Saka
Ke Tasik Chini merawat luka
Akibat cedera diserang Si Naga China

Sidharta Buddha Gautama Adalah Seorang Muslim

Alhamdulillah, ternyata Sidharta Buddha Gautama adalah seorang muslim, mari kita telaah bukti-buktinya:

1. Menurut Abu’l Kalam Azad (seorang Urdu scholar), Sang Buddha (Buddha Shakyamuni) yang dikenal sebagai guru suci bagi umat Buddha tidak lain adalah Nabi Zulkifli as, yg dalam Al-Quran disebut sebagai Nabi yg mempunyai tingkat kesabaran yang tinggi, dan sangat baik. Dalam bahasa Arab Zulkifli sendiri berarti “orang yg berasal dari Kifl”. Sedangkan Kifl itu sendiri, masih menurut Kalam Azad, merupakan nama Arab untuk Kapila (singkatan dari Kapilavastu).

2. Buddha Maitreya yang dikenal dalam agama Buddha sebagai “Buddha yang akan datang” menurut beberapa analisa tidak lain adalah Nabi Muhammad saw. Dalam kitab Chakkavatti Sinhnad Suttanta D. III, 76 bisa ditemui: “There will arise in the world a Buddha named Maitreya (the benevolent one) a holy one, a supreme one, an enlightened one, endowed with wisdom in conduct, auspicious, knowing the universe“.

SIAPAKAH NABI ZULKIFLI?
Zulkifli bermaksud sanggup menjalankan amanah raja. Menurut cerita, raja di negeri itu sudah lanjut usia dan ingin mengundurkan diri daripada menjadi pemerintah, tetapi beliau tidak mempunyai anak.

Justeru, raja itu berkata di khalayak ramai:”Wahai rakyatku! Siapakah antara kamu yang sanggup berpuasa pada waktu siang dan beribadah pada waktu malam. Selain itu, sentiasa bersabar ketika menghadapi urusan, maka akan aku serahkan kerajaan ini kepadanya.”

Tiada seorang pun menyahut tawaran raja itu. Sekali lagi raja berkata:”Siapakah antara kamu yang sanggup berpuasa pada waktu siang dan beribadah pada malamnya serta sanggup bersabar?”

Sejurus itu, Basyar dengan suara yang lantang menyatakan kesanggupannya. Dengan keberanian dan kesanggupan Basyar melaksanakan amanah itu beliau diberi gelaran Zulkifli.

Baginda juga adalah nabi yang cukup sabar seperti firman Allah, bermaksud:
“Ismail, Idris dan Zulkifli adalah orang yang sabar dan Kami beri rahmat kepada semua karena mereka orang yang suka bersabar.”

SIAPAKAH SIDDHARTHA GAUTAMA?
Pada akhir abad ketujuh S.M. (tahun 623 S.M.), lahirlah seorang yang bernama Siddhartha Gautama di bandar Kapilavastu/Kapilavathu (Kapil, lidah Arab menyebut Kafil @ Kafli). Siddhartha Gautama merupakan putera kepada Raja Suddhodana dan Permaisuri Maha Maya. Raja Suddhodana dari keturunan suku kaum Sakyas, dari keluarga kesastrian dan memerintah Sakyas berdekatan negeri Nepal. Manakala Permaisuri Maha Maya pula adalah puteri kepada Raja Anjana yang memerintah kaum Koliya di bandar Devadaha.

Sebelum kelahiran Buddha: Permaisuri bermimpi dibawa oleh 4 orang dewa ke sebuah gunung yang tinggi. Kemudian, permaisuri melihat seekor gajah putih yang cantik. Pada belalai gajah itu terdapat sekuntum bunga teratai. Gajah mengelilinginya 3 kali sebelum masuk ke dalam perut permaisuri.

MAKSUD ISTILAH BUDDHA
Dalam agama Buddha, perkataan Buddha bermaksud ‘seorang yang bijaksana’ atau ‘dia yang mendapat petunjuk’. Kadang kala istilah ini digunakan dengan maksud ‘nabi’. Gautama Buddha pernah menceritakan kedatangan seorang Antim Buddha. Perkataan Antim bermaksud ‘yang terakhir’ dan Antim Buddha bermaksud ‘nabi yang terakhir’ (Antim terakhir yang dimaksudkan ialah Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir). Pada saat kematian Gautama Buddha, beliau memberitahu perkara ini kepada pengikut setianya bernama Ananda.

Makna “Nabi” dalam bahasa Arab (berasal dari kata naba yang berarti “dari tempat yang tinggi”; karena itu orang ‘yang di tempat tinggi’ dapat melihat tempat yang jauh). Nabi dalam bahasa Arab sinonim dengan kata Buddha sebagaimana yang difahami oleh para penganut Buddha. Sinonimnya pengertian ini dapat diringkaskan sebagai “Seorang yang diberi petunjuk oleh Tuhan sehingga mendapat kebijaksanaan yang tinggi menggunung”.

RINGKASAN KISAH SIDDARTHA GAUTAMA
Kelahiran Bodhisatta (Bodhisattva, bakal Buddha atau bakal mencapai Pencerahan) pada tanggal 623 S.M. pada bulan purnama Vesak. Selepas sahaja Bodhisatta dilahirkan, Permaisuri Maha Maya mangkat selepas tujuh hari melahirkan anak.

Pada hari kelahiran Bodhisatta telah disadari secara ghaib oleh seorang tua yang sedang bertapa di kaki gunung Himalaya yang digelar Asita Bijaksana (nama asalnya Kala Devala). Asita bergegas ke istana pada keesokannya untuk melihat dan menilik putera Raja Suddhodana.

Asita mendapati terdapat 32 tanda utama dan 80 tanda kecil menunjukkan Bodhisatta bakal menjadi Manusia Agung dan Guru Agung kepada manusia dan dewa-dewa (i.e. Jin dan Malaikat, kelemahan umat Hindu dan Buddha ialah tidak dapat bedakan antara Jin dan Malaikat yang keduanya dipanggil DEWA-DEWA).

Asita menangis karena sedih tidak sempat mendengar ucapan dan pengajaran Buddha di masa akan datang, beliau kemudian berlutut tunduk hormat kepada bayi Bodhisatta.

Kenyataan terakhir Asita ialah Bodhisatta hanya akan menjadi salah satu dari dua yaitu sekiranya ia kekal membesar dalam istana dia akan menjadi Maharaja Agung manakala kalau dia berjaya lari dari istana maka dia akan menjadi Mahaguru Agung.

Upacara menamakan putera raja diadakan pada hari kelima selepas Boddhisatta dilahirkan. Pada akhir majlis itu, 108 orang bijaksana memutuskan nama yang sesuai untuk putera raja iaitu SIDDHARTHA GAUTAMA yang membawa maksud ‘Cita-Cita Terkabul’.

Siddhartha kemudian membesar di istana dan belajar kepada seorang guru istana bernama Sirva Mitra. Beliau menjadi pelajar yang luar biasa pintar dan mahir dengan ilmu ketenteraan. Yang menjadi keheranan kepada orang disekeliling dan gurunya ialah sifat Siddharta yang sensitif terhadap penganiayaan hingga tidak ada seorang pun yang beliau lihat menganiaya binatang kecuali mencegahnya serta merta.

Malah beliau sangat bersedih melihat para petani berkerja keras membajak tanah dibawah terik matahari menyebabkannya lari ketempat lain ke sebuah pohon (Tiin-Bodhi) dan duduk di sana secara bertafakur (samadhi) untuk membuang stress.

PERSAMAAN NABI ZULKIFLI DENGAN SIDDARTHA GAUTAMA
Maka berbalik kepada maudhu’ perbahasan, benarkah Buddha itu disebut dalam Al-Qur’an? Sebenarnya tidak ada kata-kata “Buddha” dalam Al-Qur’an, namun menurut Dr. Alexander Berzin bahawa terdapat catatan para sejarawan dan peneliti yang mengaitkan beberapa ayat Al-Qur’an dengan Sang Buddha, yaitu pada maksud ayat;

“Demi (buah) Tin (fig) dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?”(At-Tin 95 : 1)

Beliau menjelaskan bahwa buah Zaitun melambangkan Jerusalem, Isa a.s. (Jesus, Kristian). Bukit Sinai melambangkan Musa a.s. dan Yahudi. Kota Mekah pula menunjukkan Islam dan Muhammad SAW. Manakala pohon Tin (fig) pula melambangkan apa?

Tin (fig) = Pohon Bodhi

Pohon Bodhi adalah tempat Buddha mencapai Pencerahan Sempurna. Al-Qasimi di dalam tafsirnya berpendapat bahawa sumpah Allah SWT dengan buah tin yang dimaksud ialah pohon Bodhi. Prof. Hamidullah juga berpendapat sama dengan al-Qasimi bahawa perumpamaan pohon (buah) tin (fig) di dalam Al-Qur’an ini menunjukkan Buddha itu sendiri, maka dari sinilah mengapa sebahagian ilmuan Islam meyakini bahawa Buddha telah diakui sebagai nabi di dalam agama Islam.

Manakala Hamid Abdul Qadir, seorang sejarawan abad ke-20 mengatakan dalam bukunya Buddha Yang Agung: Riwayat dan Ajarannya (Arab: Budha al-Akbar Hayatuh wa Falsaftuh), menjelaskan bahawa Buddha adalah nabi Dhul-Kifl, yang bererti “ia yang berasal dari Kifl”. Nabi Dhul-Kifl @ Zulkifli disebutkan 2 kali dalam Al-Qur’an:

“Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli (Dhul Kifl). Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.” (Al-Anbiya’ 21: 85).

“Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, dan Dzulkifli (Dhul Kifl). Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.” (Shad 38 : 48).

KESIMPULAN
“Kifl” adalah terjemahan Arab dari Kapilavastu (Kapil), tempat kelahiran Bodhisattva (Buddha). Hal ini juga yang mungkin menyebabkan Mawlana Abul Azad seorang ahli teologi Muslim abad ke-20 turut menekankan bahawa Dhul-Kifl dalam Al-Qur’an boleh jadi adalah Buddha.

Dalam sejarah Islam, Nabi Zulkifli a.s. adalah antara nabi yang mempunyai cerita yang paling sedikit dibicarakan. Hal ini mungkin menjadi faktor kepada sebahagian ulama’ menyamakan watak Dzul-Kifli dalam Al-Qur’an dengan Buddha yang secara kebetulan banyak persamaan sekiranya disuaikan.

Yang menarik perhatian saya ialah mengenai surah at-tin (the fig). Allah berfirman mengenai pokok/buah tin, pokok/buah zaitun, bukit sinai dan kota mekah. Mekah dikaitkan dgn Nabi Muhammad s.a.w., Bukit Sinai dengan Nabi Musa, zaitun dengan Nabi Isa a.s., dan siapa pula dikaitkan dengan buah atau pokok tin?

Dikatakan dalam sejarah bahawa Gautama Buddha duduk bawah pokok tin. Kalau ikut istilah islam, dia dapat wahyu masa duduk bawah pokok tersebut. Ikut tulisan orang Buddhist, dia dapat ilham masa duduk bawah pokok tersebut.

Bila Allah berfirman :“Wattiini wazaitun. watuurisinina wahazal baladil amin.”
Allah menyebut perihal Nabi-Nabi-Nya. Tiin (Nabi Zulkifli-Buddha), Zaitun (Nabi Isa a.s), Siniina- bukit Sinai (Nabi Musa) dan Baladil amin -Tanah yang aman dan selamat (Mekah)- Nabi Muhammad saw. ia ikut urutan, hebatnya Qur’an sebagai kalimat Tuhan susunan sejarah riwayat Nabi-Nya. Mari kita sama-sama fikirkan. HANYA ALLAH YANG MAHA MENGETAHUI.

Sekian artikel kali ini semoga bermanfaat. ^^.